88 Komentar

Sayang Tak Harus Memiliki (versi blog)

sayang tak harus memiliki

Namanya Hesti Utari, seorang wanita yang gue kenal ketika dulu berseragam SMP. Kami bertemu saat kami kelas satu SMP karena kami bernaung di satu eskul sekolah yakni Pramuka. Waktu itu kami hanya saling tau saja. Kami akhirnya benar-benar akrab ketika kami sekelas yaitu saat kelas tiga SMP. Gue mau kasih rahasia ke kalian, walaupun ini dulu rahasia umum, dia itu berbeda loh. Bukan, bukan, dia bukan alien.

Dia bukan hanya seorang wanita biasa waktu itu, dia jenis manusia yang berbeda, dia sedikit tomboy. Zaman dulu itu adalah hal yang berbeda, buat gue. Rambutnya dibuat jabrik keatas agak sedikit mohawk, ia berkacamata dan berdandan layaknya cowok. Malah kalau boleh jujur dia agaknya lebih macho dari pada gue.

Gue duduk deretan pojok yang mana di depan deretan itu adalah meja guru, gue duduk di barisan ketiga, bagian tengah. Di deretan kanan gue dan juga pas barisan ketiga, disanalah Hesti duduk dengan sisi kejantanannya.

Gue terbiasa melihat Hesti ketika gue menoleh kekanan, karena saat itu biasanya ada kejadian atau sesuatu dikelas dimana pasti dia akan bereaksi. Entah mengapa gue selalu ingin melihatnya, selalu ingin melihat senyumannya. Apakah gue suka dia?.

Mungkin aja karena gue adalah salah satu orang yang bahagia melihat orang lain tertawa. Tapi ketika gue ngeliat diri sendiri ketawa, gue malah suka geli, kadang diimbangi muntah, kadang buat gue nggak tahan ingin buang air besar.

Setelah kelulusan SMP, gue udah nggak tau lagi keberadaan Hesti. Gue kehilangan, kehilangan tawanya, kehilangan cewek macho yang memenuhi satu tahun sebelum lulus SMP. Kemudian ia terlupakan. Bukan karena gue yang hendak melupakan, tapi semenjak tumbuh tinggi dan berkembang, ingatan gue juga semakin memudar (intinya : semakin tua, semakin pikun).

Gue menemukannya kembali di facebook selang tiga tahun kemudian. Dan kami akhirnya bertemu untuk yang pertama selama 7 tahun dan kami memulai kisah cinta walau hanya selama sebelas hari. Kalau boleh jujur, dia lah yang memungkinkan blog ini ada. Karena dia adalah kisah cinta pertama yang gue tulis di blog ini.

Ketika gue pulang ke Tangerang dan bertemu dengannya lagi, rasa sayang ini mencuat kembali, tapi ditahan oleh ringkihnya cinta. Perlu gue tekankan, rasa sayang itu bisa diberikan kepada siapa saja, mau itu sesama keluarga, untuk kekasih, bahkan musuh sekalipun. Gue sayang dia, kini dengan kadar yang berbeda.

..0.0..

Cerita ini (versi asli) rencananya akan gue masukan dalam konsep buku yang gue tulis. Semoga bisa tercapai di tahun 2015 ini. Doakan yah kawan-kawan wordpresser :D.


LinkΒ terkait :

Baca juga yahΒ :

88 comments on “Sayang Tak Harus Memiliki (versi blog)

  1. Sayangnya kalo nggak dimiliki rasanya nyesek juga mas..
    Sama kayak kisah smp.ku waktu smp *halah malah curhat

  2. wuiiiiiiiiizzzz… uhuk πŸ˜€

  3. wahh… pasti menarik ceritanya.. πŸ˜€
    selamat menulisss mas πŸ˜€

  4. matep artikelnya
    sukses selalu dengan blog nya . . .

  5. kalau sayang ya harus dimiliki dong,hehe *menurut saya* πŸ™‚
    selamat menulis,,semoga harapannya di tahun 2015 ini bisa tercapai

  6. Waw. Semoga sukses ya buat bukunya.
    Jangan lupa kabar-kabar. πŸ˜€

  7. wah sangat menarik mengungkit cerita sayang tak harus memiliki.

  8. Jadi ini based on true story?

  9. Wuiiiih…….sama…….

  10. lucu seru banget ceritanya..

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: