Iklan
61 Komentar

Cinta Yang Terlambat Terucap

late love

>>>

Cinta itu sebuah rasa yang harus diungkapkan ya kan kawan?. Tapi entah mengapa begitu sulit mengatakan satu kata itu diantara kata aku dan dia. Selalu saja merasa ragu dan tak berani memberi tahu dia apa yang sebenarnya hati ini mau.

Cinta ini tak mau membuat kekacauan dan merusak hubungan pertemanan yang manis itu dengannya. Itu alasan yang memaksa hati ini bungkam ketika bersamanya. Sesak?, iya ada, selalu terasa dan mengguncang.  Kadang cinta ini meronta-ronta ingin dikeluarkan. Selalu saja bisa kutahan.

Cinta ini ternyata punya kesabarannya sendiri. Merasa si empunya hati selalu menderita dan hendak menyerah, akhirnya cinta kehilangan kesabarannya. Ia berhasil memaksa mulut ini berucap sehingga kata itu muncul diantara aku dan dia keluar walau ditemani dengan rasa malu dan takut. Malu karena kenapa baru hari itu terungkap dan takut akan hubungan kami yang akan terjadi kedepannya.

Tapi semua sudah lewat, sudah telat. Dia menolakku dengan sebuah alasan yang memberi penyesalan teramat bagiku. Dia mengaku kepada ku jika cinta nya sudah dimiliki orang lain dan ku rasa juga hatinya.

Ketika wanita itu melihatku lagi, dengan tatapan berkaca-kaca seperti hendak berkata “Coba saja kamu ungkapkan itu lebih cepat, aku pasti mau, kita akan bersama karena aku dulu mencintaimu”.


Link terkait :

Baca juga yah :

Iklan

61 comments on “Cinta Yang Terlambat Terucap

  1. “Ah, seandainya waktu itu kamu…” Tapi sayangnya hidup tidak mengenal kata ‘seandainya’.

  2. Hanya akan ada seandainya saja mas karena tak mengungkapkan. Rectoverso – cinta yang tak terucap.

  3. Aaaahhh dalam sekali bro 😥 jujur aku pernah beberapa kali punya pengalaman seperti ini. Hanya bisa meratapi kesedihan, menyesali perasaan yang di bungkamkan.
    Setelah lagu penyesalan melalui lagu (Rectoverso – cinta yang tak terucap) tidak bisa lagi menyembuhkan hati yang terluka, datanglah lagu Anima – Andai Saja 😦

  4. Napasin… Obat sesak nafas / asma -__-

    Kotak2 itu, yg kudu ngisi nama, alamat email, alamat web… Aneh, biasa jg ga disuruh ngisi gituan dah

  5. Paling ngga nih ya, paling ngga kan udah terucap meski telat. Paling ngga loh nih yaaa… 🙂

  6. Tapi ya… mau diucap atau nggak, itu tetap cinta kan? Mau berbalas atau tidak, namanya tetap cinta. Gak akan berubah. Makanya kalo kita menganggap bisa bahagia karena cinta, trus merasa sakit karena gak berbalas, berarti kita bahagianya bukan karena cinta, tapi karena orangnya.

    *aku ngomong apa ini sih*

  7. Sedihnyaaaaa. Kadang menundanunda menyampaikan perasaan bisa berujung sesal ya.

  8. Yaaa,,,apa mau dikata. Garis Tuhan t’lah menentukannya begini. Mengapa waktu kita tak pernah cocok,,??? Seperti itu kan Kak @kaprilyanto

  9. Aduh.. ceritanya ampir mirip akyu bgt sih.. Kalo dulu aku ingin mengatakan tapi tak terucap. Dan sekarang sudah terucap tapi aku milik yg lain. Dan hatinya bukan milikku tapi dia ada bersamaku walau hanya sejauh pandanganku, karena dia menjadi sahabatku….

  10. ohhh damn.. gw ngerti banget bro perasaan lo

  11. ………. so sad brother!!!!

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: