66 Komentar

The Moment Of Love Song #2

moment cinta lagu

Mungkin dari kalian udah ada yang baca postingan gue yang sebelumnya yang berjudul The Moment Of Long Song, eh udah kan?, belum?, yaudah deh mending baca dulu nih >> (klik disini). Karena ini adalah cerita yang hampir sama. Kali ini bukan tentang sesorang yang pernah di hati selama tiga tahun itu, bukan dia, karena dia, karena dia begitu indah *padi* *ngaco*.

Kalian kenal Fatin Shidqia Lubis nggak?, kalo kenal, kenalin lah sama abang mu ini, udah terlalu lama jomblo loh *promo*. Jika kalian nggak kenal Fatin, mungkin kalian taunya dia adalah pemenang ajang pencarian bakat bernyanyi di Televisinya Pak Hary Tanoe. Kalo nggak salah Fatin udah menetaskan album pertamanya dan lagu yang menjadi hits adalah “Aku Memilih Setia”, bukan setia untuk menjomblo yah.

Sebenarnya gue nggak terlalu suka dengan Fatin, alasannya simpel karena dia ngga suka sama gue, eh becanda. Alasannya karena gue nggak dukung dia saat di ajang pencariaan bakat itu, soalnya ada yang lebih bagus, kalo nggak salah namanya Novita Dewi. Bagusan si Novita loh, jujur, tapi karena dari awal audisi Fatin udah dapat celebrity syndrom yah jadi dia deh yang menang. Semoga kamu tetap semangat ya Novita, ingat ada aku yang mendukung mu *dan sesaat kemudian novita mual tak tertahan*.

Tapi ketika lagu dia yang berjudul “Aku Memilih Setia” itu tiba-tiba menguasai telinga gue, karena setiap hari diputar di radio, televisi, dan juga sampai diputar oleh roda kehidupan *absurd*. Gue menjadi hapal dan sering bersenandung menyanyikan bagian Reff lagu tersebut. Apakah gue terkena hipnotis?, mungkin aja, tapi kenapa nggak sekalian hipnotis gue biar bisa melupakannya *eaaa*.

Cerita ini berawal saat kemarin setelah gue beranjak dari sebuah pasar super (baca : supermarket), gue berlanjut menuju sebuah toko buku semacam gramedia versi diada-adain di Dumai (kota gue berdinas). Diperjalanan sampai di toko buku itu gue selalu bersenandung “Aku Memilih Setia”, entah mengapa gue bersenandung lagu itu, entah.

Sampai didalam gramedia pun gue masih bersenandung lagu tersebut,

“Inilah akhirnya harus kuakhiri, sebelum cintamu semakin dalam, maafkan diriku memilih setia, walaupun ku tahu cinta mu lebih besar darinya”.

Dan moment itu terjadi. Ketika gue sedang memilih buku di lantai dua gedung gramedia tersebut gue bertemu dengan pegawai disana, seorang wanita muda. Dia memandang gue dan kemudian muka nya berubah menjadi warna hijau, mual tak tertahan jua. Gue membalikan diri menyelamatkan nyawa si pegawai tersebut. Dan kemudian gue mendengar alunan sebuah lagu, walau agak terpatah-patah tapi merdu banget…

“~~Inilah akhirnya harus kuakhiri, ~~sebelum cintamu semakin dalam, ~~maafkan diriku memilih setia, ~~walaupun ku tahu cinta mu lebih besar darinya~~”.

Gue membalikan badan dan ternayata pegawai wanita tersebut sedang bersenandung lagu Fatin juga. Mata kami berdua bertemu, gue seakan terbawa untuk berduet bersamanya tapi apa daya dia keburu muntah-muntah dengan ganasnya dan akhirnya dia pingsan. Gue panik. Gue pun memecahkan jendela, loncat, kemudian pergi dari gramedia tersebut. Gue menyelamatkan diri.


Link terkait :

Baca juga yah :

66 comments on “The Moment Of Love Song #2

  1. Kasian banget sih… Mbaknya…😂😂😂😂

  2. Menyelamatkan diri dari lagunya atau…? hahaha

  3. beneran? kok liat kamu jadi mual dan pingsan? kenapa kamu mecahin kaca?

  4. Yak ampuun..tinggalnya di Dumai?? Waaah..saya lg di daerah Riau juga ini..ahahaha.. Eh, maap OOT.. 😀

  5. Pengsan.. liat lo.. hahaha

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: