9 Komentar

Hei Gadis Penyuka Permen

gadis penyuka permen

……

Kutatap mata nan indah disana.,
Dia sedang tersenyum manis kemudian melihatku.,
Aku memalingkan mata, ku malu.,
Baru kali itu kurasa perasaan aneh dalam diri ini,.

Temanku mempertemukan wajah kami akhirnya.,
Tangan mulusnya menyentuh tanganku yang sekasar pasir .,
Dia ucap sebuah nama yang memijar dihati.,
Ku diam, ternya dia juga, diam di pikiran ku.,

Hei gadis penyuka permen.,
Ingatkah saat kita bertemu itu.,
Merajut tali cinta dengan penuh harap-harap didepan kelasmu.,
Bertahun-tahun kita berdua lewati pasang surutnya asmara.,

Seketika mata kita bertemu lagi dengan tatapan lain.,
Tatapan penuh rasa kecewa dan ambigu.,
Aku masih cinta dan kamu tidak.,
Kamu memalingkan muka kemudian hatiku terkoyak,.

Cinta yang disulam dengan mesra.,
Hancur penuh darah dan air mata.,
Kisah yang tak semanis rasa permen yang kau sering ecap.,
Berakhir tanpa kejelasan, oh kenapa bisa ??.,

………

Link terkait :

Baca juga yah :

9 comments on “Hei Gadis Penyuka Permen

  1. Hei gadis penyuka permen, frekuensi makan permennya harus dikurangi, supaya gak sakit gigi.. :p

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: