39 Komentar

Kamu Mantan Aku Bekas

Aku mantan, kamu bekas

Akhir-akhir ini gue selalu merasa sendiri. Terbuang jauh dalam sebuah perasaan, yaitu cinta. Sejak gue gagal dalam kisah percintaan dulu dan pasrah dirubah olehnya menjadi seorang mantan. Mantan yang sudah tak dianggap lagi. Kadang diacuhkan layaknya bekas. Sering timbul pertanyaan dalam diri ini, ‘Gue mantan ataukah hanya bekas?’.

Gue melewati berbagai malam minggu dengan status jomblo loh (eh agak promosi dikit). Malam minggu biasanya sih gue selalu keluar rumah itupun hanya memanipulasi diri aja. Gue main futsal karena main hati sudah tak bisa diharapkan #eaa. Setelah futsal gue pun sendiri lagi. Menyepi di kalangan muda mudi yang selalu membuat iri dikala membeli nasi #ehpuisi. Ketika sampai dirumah, Kasur gue menyambut dengan pelukan erat seperti hendak berkata ‘Mari kita lupakan malam ini’. Gue membalas ‘Makasih yah kasur, kamu emang  yang paling ngerti aku’. Gue pun tertidur.

Mantan dan bekas, keduanya memiliki makna yang sama yakni ‘pernah memilki’. Mantan agaknya sebutan yang begitu ‘sopan’ dari teman untuk gue yang pernah memiliki si ‘dia’. Lebih sopan dari kata ‘Bekas’ yang dia (wanita terakhir itu) sematkan pada diri gue. Iya, gue adalah bekas dia. Dia selalu membuat gue merasa layaknya bekas dia. Dipandang sebentar dan kemudian tak dihiraukan.

Bekas. Hati gue berbekas. Dalam dan sakit penuh kenangan. Ih galau banget yah?, haha. Gue udah move on loh, coba deh tanya teman sekamar gue. Saat pertama kali dengar wanita itu punya pacar lagi gue cuma nangis lima menit aja kok, itu pun muka gue di bawah bantal. Ingat, ‘Lima menit aja kok’.

Gue adalah bekas dirinya, tak bisa dipungkiri. Walaupun gue selalu menganggap dia mantan gue, mantan terbaik malah (yaiyalah pacaran paling lama sama dia). Namun dia sebaliknya menganggap gue pacar terburuk sehingga menjadikan gue seolah-olah bekas yang nggak bisa di manfaatkan lagi. Diletakan, diabaikan, tersimpan dalam gudang penuh kenangan, tapi kenangan buruk.

Dia sudah mendapat kekasih baru dan meninggalkan gue dengan kehidupan baru. Kehidupan dimana wanita itu adalah makhluk yang susah diraih. Dan mau tahu sesuatu ngga?, gue pernah merasa takut jatuh cinta loh. Iya jujur gue takut kejadian dulu terulang. Ketika masa indah itu berlangsung dan gue selalu berfantasi akan masa depan yang akan indah juga, kemudian dia sukses menghancurkannya berkeping-keping. Coba aja kalo cinta bisa bisa di las, pasti nggak kaya gini #eh.

Gue belajar sesuatu dari dia. Cinta itu indah jika dinikmati berdua, tapi cinta itu bukan hanya milik kita berdua. Memiliki cinta itu hak semua orang, menolak ataupun melupakan cinta itu juga hak semua orang. Ingat ada kata jatuh dalam “Jatuh Cinta” maka jika sedang merasakannya siapkan hatimu untuk sakit saat terjatuh nanti.

Link terkait :

Baca juga yah :

39 comments on “Kamu Mantan Aku Bekas

  1. Quote-nya gak nguatiiiin… makanya, yang bener BANGUN Cinta yak, bukan JATUH cinta
    *semacam lagu*

  2. Kayaknya harus cepat-cepat cari pasangan 😀

  3. Sakitnya tu disni… 😦 #sambil nunjuk … 😉

  4. sedih, dan tragis banget. 😥 tapi ada humornya juga. apa ya bilangnya… ah sudahla, intinya seperti itu XD

  5. single itu prisip, jomblo itu nasib…
    kata orang siiih, bukan kata sayaaaaa….

    *menggarami luka*
    *pamit aja dah*

  6. Tumben aroma galaunya kental sekali, sabar yak, semua akan indah pada waktunya kok… #remindtomyselftoo

  7. cinta itu… milik kita bersama 😀 #soundtvbiru

  8. gw mantan dia, atau dia mantan gw

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: