6 Komentar

Presiden Pilihan Rakyat (Absurdisme)

pilpres absurd

Selamat pagi, salam mastin untuk kita semua. Makin sehat kan? semoga masih diberikan nikmat kesehatan untuk kita semua. Pagi ini, setelah disapa seseorang di kantor, “Tumben pagi banget datangnya tok, ada angin apa nih?” terus gue jawab “Ada angin ribut, tadi lumayan susah pisahinnya” jawab gue absurd.

Tanggal 9 kemarin pada nyoblos ngga?. Gue nyoblos dong, ini jari kelingking gue, mana jempol kalian? *horeee gue menang*. Gimana hasil Quick Count nya? bingung kan, yang Tipi ini bilang yang ini menang sedangkan tipi sebelahnya bilang yang itu yang menang. Eh emang sebelahan loh siaran tipi nya di tipi gue *apasih*.

Hati gue tergelitik, hahahaha, eh maksudnya gue pengen berpendapat di blog ini tentang Presiden Pilihan Rakyat. Bolehkan? pasti boleh dong *tatap genit*. Yah tetap menggunakan otak gue yang agak error ini. Oiya gue sempat berpendapat tentang Pilpres diblog ini sih  tapi tidak terlalu spesifik, ini >>> klik dan klik. Mulai yuk :D..

Kemarin gue dirumah dengan salah satu teman sekamar lagi ngobrol tentang pilpres. Hasil Quick Count (QC) lembaga survey yang beda menjadi tema utama kami. Kami ngobrol sekaligus bercanda menanggapi QC sambil menggonta ganti siaran tipi yang bersebelahan. Dan ide absurd gue pun timbul. Lampu-lampu diotak gue menyala walaupun agak redup.

Mau tau ide gue?. Ide gue sih simpel, pengen Indonesia dipimpin orang bener, orang yang teruji, orang yang mampu merubah negara ini. Gue pengen presiden kita nggak ditentukan pakai pemilu. Jadi gini, kita audisi para calon presiden dari berbagai penjuru Indonesia. Siapapun boleh ikut asal memenuhi syarat dan ketentuan yang akan berlaku. Audisinya bermula dari tingkat RT sampai akhirnya tingkat provinsi.

Jadi dari 33 provinsi yang ada di Indonesia terdapat 33 calon pemimpin negara ini. Mereka benar-benar diuji, baik itu ujian tulis dan ujian praktek. Ujian tulis yah mungkin seperti Ujian Nasional, biar mereka merasakan betapa susahnya Ujian Nasional itu. Ujian praktek meliputi ujian berpidato, bertemu rakyat, magang di kementerian, magang jadi gubernur dan lain lain.

Setelah dilakukan ujian tulis dan praktek, akhirnya akan terpilih 12 Calon Presiden. Mereka akan dikarantina di rumah khusus didaerah terpencil. Pemilihan ini ditayangkan di Televisi nasional setiap harinya. Nah ntar selama 12 Minggu akan dipilih presiden mana yang layak memimpin negara ini. Caranya gimana?. Pemimpin dinilai dari sikap dan tingkah laku mereka di rumah dan juga melalui POLLING SMS. Jadi setiap rakyat bepartisipasi melalui SMS ke calon yang didukungnya. Jadi ntar tiap minggu Calon Presiden yang nilainya rendah akan tereliminasi dengan membawa koper, terus sambil jalan keluar diiringi lagu menghapus jejakmu nya peterpan.

Hingga minggu-minggu terakhir tersisa 2 Calon, yang nilainya paling tinggi akan menjadi Presiden dan sebaliknya pihak lain yang kalah menjadi Wakil Presiden. Oh iya periode pemilihan presiden ini mulai dari awal audisi sampai didapatinya Presiden yang layak adalah selama 5 tahun. Jadi setelah Presiden yang lama berhenti maka esoknya sudah ada penggantinya.

Gimana ide gue?. Baguskan?. Absurd kan?. Mending caranya begitu yah kan, kita bisa tahu profil sebenarnya Presiden yang akan memimpin kita. Seperti apa sih dia, apa kelebihannya dan bagaimana cara dia dalam memimpin negara.

Siapapun Presiden yang terpilih entarnya, gue berharap Indonesia dapat menjadi negara yang semakin baik dan terutama menjadi salah satu Negara Maju. Karena dari jaman guru nya guru PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) SMP gue bilang “Indonesia adalah negara berkembang yang akan menjadi negara maju” tapi sampai sekarang kalian tahu sendiri gimana negara yang kita cintai ini.

Oke itu aja dulu yah, salam Indonesia, Merdeka !!! *mengepalkan tangan keatas kemudian kebawah, terus senam*

Link terkait :

Baca juga yah :

6 comments on “Presiden Pilihan Rakyat (Absurdisme)

  1. hhaha, absurd banget pak kapril ni . 😀
    hebat idenya *jempol naik*

  2. Yah, semua, termasuk saya berharap hal sama pada presiden baru kita nantinya. “KITA” gue sama loe, heheh

  3. bukannya emang udah diterapkan? itu kemarin pas debat pendukungnya pada neriakin yel yel. tinggal bawa balon prok prok aja.

    INDONESAAA. PROKK PROKK….. PROKKK PROKKK……

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: