45 Komentar

Smartphone And Dumb People, Please Look Up !!!

Hei pembaca yang budiman dan selalu setia, salam super. Sehat kan? hehe. Kali ini gue mau bahas tentang sebuah video yang kemarin ga sengaja gue lihat di salah satu media sosial gue. Video yang sukses membuat gue terpana, terdiam, dan merenung. Sungguh ngena banget video ini pada gue. Video ini adalah film singkat berjudul Look Up yang dibuat oleh Gary Turk. Sebuah film kata-kata yang ditujukan kepada generasi online. Look Up adalah sebuah film yang mengajarkan kita melalui kisah cinta di dunia yang mana kita terus mencari cara untuk membuatnya lebih mudah bagi kita untuk berhubungan dengan satu sama lain, tapi selalu membuat kita menghabiskan lebih banyak waktu sendirian.

Nih Gue coba artiin ke  Bahasa Indonesia yah (butuh waktu berjam-jam, maklum otak gue ga begitu memadai), cekidoot :



Saya punya 422 teman , namun saya kesepian
Saya berbicara kepada mereka semua setiap hari
Namun tidak satupun dari mereka benar-benar mengetahui saya
Masalahnya saya duduk di ruang dimana antara melihat mata mereka atau hanya nama di layar

Saya mengambil suatu langkah mundur dan membuka mata saya
Saya memandang sekeliling dan menyadari
Bahwa media ini yang kita sebut sosial adalah sesuatu yang tanpa terkecuali
Ketika kita membuka komputer kita dan itu membuat pintu kita metutup

Semua teknologi ini kita miliki , itu hanya ilusi
Komunitas persahabatan , sebuah rasa karena termasuk didalamnya
Namun ketika Anda melangkah jauh dari perangkat khayalan ini
Anda kan menyadari melihat dunia yang penuh kebingungan

Sebuah dunia di mana kita budak teknologi yang kita kuasai
Dimana informasi akan dijual oleh beberapa orang kaya yang rakus
Sebuah dunia yang menarik diri , citra diri , promosi diri
Di mana kita semua berbagi hal terbaik kita tanpa terkecuali , membiarkan emosi keluar

Kita paling senang dengan pengalaman yang kita bagi
Tapi apakah itu sama jika tidak ada orang di sana ?
Jadilah ada untuk teman-teman Anda dan mereka akan berada di sana juga,
Tapi tidak ada jika pesan grup yang anda lakukan

Kita mengedit dan membesar-besarkan , mendambakan sanjungan
Kita pura-pura tidak melihat isolasi sosial
Kita menempatkan kata-kata kita ke dalam urutan dan mewarnai hidup kita yang berkilau
Kita bahkan tidak tahu apakah ada yang mendengarkan

Menjadi sendiri bukanlah masalah, saya hanya menekankan
Jika Anda membaca buku , melukis gambar , atau melakukan beberapa latihan
Anda menjadi produktif dan menyajikan, tidak diam dan bertapa
Anda akan terjaga dan memberi penuh perhatian dan menempatkan waktu Anda dengan baik

Jadi, ketika Anda berada di depan umum , dan Anda mulai merasa kesepian
Letakkan tangan Anda di belakang kepala , menjauh dari telepon
Anda tidak perlu menatap menu , atau daftar kontak Anda
Berbicaralah satu sama lain , belajar untuk hidup berdampingan

Saya tidak tahan mendengar keheningan sibuknya kereta commuter
Bila tidak ada yang mau bicara karena takut terlihat gila
Kita menjadi tidak sosial , itu tidak lagi memenuhi
Untuk terlibat dengan satu sama lain , dan melihat ke dalam mata seseorang

Kita dikelilingi oleh anak-anak , yang sejak mereka lahir
Telah menyaksikan kita hidup seperti robot , yang kini berpikir itu adalah normal
Ini tidak sangat mungkin untuk Anda menjadi ayah terhebat di dunia
Jika Anda tidak dapat menghibur anak tanpa menggunakan iPad

Ketika saya masih kecil , saya tidak pernah ada di rumah
Keluar bersama teman-teman , bersepeda kami berjelajah
Saya akan kelihatan berlubang pada celana saya , dan terluka lutut saya
Kita akan membangun klub kita sendiri , tinggi di atas pepohonan

Sekarang taman begitu tenang , itu membuat saya merinding
Lihat tidak ada anak-anak di luar dan ayunan masih menggantung
Tidak ada lompatan , tidak ada jungkat jungkit , tida ada gereja dan tidak ada menara
Kami generasi idiot , ponsel pintar dan orang bodoh

Jadi pandanglah ponsel Anda , matikan layarnya
Masuklah di sekeliling anda , melakukan hal besar hari ini
Hanya satu koneksi nyata yang dapat diambil
Untuk menunjukkan kepada Anda perbedaan yang dapat dibuat di sana.

Berada di sana , di saat itu dia memperhatikan Anda
Bahwa kau ingat selamanya seperti ketika cinta menyusul
Waktu pertama kali dia memegang tangan Anda , atau pertama kali mencium bibir Anda
Waktu pertama kali Anda berselisih tetapi Anda masih mencintainya

Waktu Anda tidak perlu memberitahu ratusan apa yang baru saja dilakukan
Karena Anda ingin berbagi momen ini dengan hanya satu ini
Suatu waktu Anda menjual komputer Anda , sehingga Anda dapat membeli cincin
Untuk gadis impian Anda , yang kini adalah suatu yang nyata

Waktu yang Anda ingin memulai sebuah keluarga , dan saat ketika
Anda pertama kali memegang gadis kecil Anda , dan jatuh cinta lagi
Waktu dia membuat Anda bangun di malam hari , dan semua yang Anda inginkan adalah istirahat
Dan saat Anda mengusap air mata saat bayi Anda keluar dari rumah

Waktu bayi perempuan Anda kembali dengan anak laki-laki untuk Anda untuk pegang
Dan saat ia memanggil Anda kakek dan membuat Anda merasa sebenarnya tua

Waktu yang Anda pakai untuk semua yang telah Anda buat , hanya dengan memperhatikan hidup
Dan bagaimana Anda senang Anda tidak membuang-buang itu , dengan melihat ke bawah di beberapa hasil khayalan

Waktu yang Anda memegang tangan istri Anda , duduk di samping tempat tidurnya
Anda katakan kepadanya bahwa Anda mencintainya dan memberikan ciuman di kepala nya
Dia kemudian berbisik kepada Anda diam-diam seketika jantungnya memberikan denyut terakhir bahwa dia beruntung dia harus berhenti oleh lelaki yang tersesat di jalan

Tapi tak satu pun ini pernah terjadi , Anda tidak pernah punya semua ini
Bila Anda terlalu sibuk melihat ke bawah , Anda tidak akan melihat kemungkinan yang Anda lewatkan

Jadi pandanglah ponsel Anda , matikan layarnya
Kami memiliki keberadaan yang terbatas , sejumlah hari yang ditetapkan
Jangan menyia-nyiakan hidup Anda terjebak dalam internet
Seperti ketika akhirnya datang tidak ada hal buruk yang akan disesali

Saya bersalah juga menjadi bagian dari mesin ini
Dunia digital ini , kita terdengat tetapi tidak terlihat
Dimana kita ketik seperti yang kita berbicara , dan kita membaca seperti yang kita obrolkan
Dimana kita menghabiskan berjam-jam bersama-sama tanpa membuat kontak mata

Jadi jangan menyerah ke dalam kehidupan di mana Anda mengikuti sensasi
Berikan orang cinta Anda , tidak menunjukan  mereka bahwa Anda ‘seperti ‘ itu
Putuskan dari kebutuhan untuk didengar dan didefinisikan
Pergilah ke dunia , meninggalkan gangguan di belakang .

Pandanglah ponsel Anda . Matikan layar itu. Hentikan menonton video ini
Jalani kehidupan dengan cara yang nyata.



Gue pikir media sosial adalah hal yang luar biasa. Itu hanya perlu digunakan sesuai kebutuhan. Gunakanlah, tapi jangan biarkan itu mendikte hidup Anda. Jadilah orang pintar sehingga pas untuk Smartphone anda. Makasih udah mampir dan baca posting ini.

“Maaf handphone kita harus menjaga jarak kini” – Kaprilyanto, 22 tahun, manusia penyuka lawan jenis *eh.

Link terkait :

Baca juga yah :

45 comments on “Smartphone And Dumb People, Please Look Up !!!

  1. Kalo lo perahtiin, ada beberapa akun di Twitter misanya, yang memang menghabiskan waktunya hanya untuk bergelut di dunia maya. Gue gak ngerti, tapi mungkin ada kesenangan tersendiri yang mereka dapat. Meskipun, ya betul, itu buruk.

    • Iya bro, tapi ada juga yang bekerja di sana..
      itu kerja, jadi ga apa2 sih menurut gue…
      Kembali lagi seperti yang gue posting, jangan biarkan smartphone mendikte anda.
      makasih udah mampir 😀

  2. Coba perhatiin deh di mall, t4 nongkrong…mereka pasangan…pacaran…mereka ngedate…tapi,mereka sibuk dg smartphone ditangannya masing2…
    Ketawa2 sendiri…”Ya, memang mereka bersama2…”Kenyataannya”…tapi,malah berarti sebaliknya…
    “Teknologi itu lebih mengasyikkan, dunia nyata itu dijalani untuk memfasilitasi teknologi yg dibutuhkan”#thats real

    *jadilah manusia yg bijak

  3. Social networking = social not working. 😀

  4. Wew menohok, saya banget tuh. Kynya sy mulai autis, ada orang di depan malah main hp. Hp menjauhlahhh

  5. Like this yo. Akupun skrg mengurangi banget aktivitas socmed (twitter, instagram dan path). Jadi lbh byk waktu dan mood untuk membalas komen dan berkomentar di blog org lain. Memang blom bisa kembali ke jaman pra-smartphone, tp skrg rasanya sdh jauh lbh fokus pada dunia nyata.

  6. kebiasaan sih emang gitu ya sekarang, tapi kalau kita bisa bagi porsi, hrusnya sosial media justru membantu kehidupan sosial di real life 🙂

    Contoh..jadi aktif di komunitas, jadi banyak temen nongkrong baru.

  7. smartphone membuat orang lebih suka mengunggah gambar daripada membuat tulisan… *tunjuk hidung sendiri*

  8. keren… bikin tertohok sangat… pernah sih tidak berhubungan dengan gadget sama sekali… apalagi memang kalau sedang sibuk-sibuknya urusan lain yang lebih penting 😀
    yah intinya menyibukkan diri dengan sesuatu yang nyata dan bermanfaatnya yah daripada kemudian menjadi ketergantungan dengan gadget gitu

  9. Reblogged this on Adam Arizal and commented:
    You damn rite, dude! Cool vid. jangan sampai media sosial mendikte hidup Anda. Saya reblog ini karena saya merasa itu sangat benar. Terkadang (atau sering??) kita malah sibuk dengan benda kecil yang ada di genggaman kita. Dan kita melupakan segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Saya juga pernah menulis hal yang senada dengan ini di http://adamarizal.wordpress.com/2014/04/23/social-media-multitasking/ . Mari sejenak lupakan gadget, dan nikmati apa yang ada di depan kita.
    Saya pernah sekali lupa membawa hp, dan ternyata sangat nikmat! tidak ada kekhawatiran apakah ada pesan masuk, telpon, tidak ada kewajiban harus menghubungi siapapun. Hanya saya dan dunia. Gak percaya? Just try, and you’ll feel a great experience

  10. bener banget, gua lagi berusaha buat ga terlalu sering terpaku sama smartphone setiap saat 😦

  11. Secara tidak sadari, kita ini merupakan generasi menunduk. Generasi yang sukanya menunduk untuk bermain hape, bermain media sosial. Media sosial diciptakan bukan mendekatkan antar teman, namun faktanya media sosial justru mendekatkan teman yang jauh dan menjauhkan teman yang dekat -__-
    Saya sendiri mencoba untuk mengurangi ber-media sosial ternyata sangat sulit. Serasa sudah diperbudak oleh media sosial

  12. Menjauhkan diri dari media sosial juga tidak mungkin. Yang perlu dilakukan adalah, membatasi penggunaan sosmed, dan lebih ke interaksi nyata. 😀

  13. Great. Ini fenomena bagaimana orang memaknai hubungan sosial di jaman sosial media saat ini. Sebetulnya, betapa berbedanya berbicara tanpa dibatasi layar, sambil menatap mata, melihat gesture, bersalaman, dan beraktifitas bersama. Walaupun di hampir semua fasilitas sosial media menyediakan emoticon secangkir kopi, tapi tidak pernah seenak menghirup aromanya dan menyeruputnya pelan seperti di dunia nyata. It’s heavenly 🙂

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: