35 Komentar

Poligami, Terong Dan Sebuah Lilin

poligini dan poliandri

Bahas sesuatu yang agak berat yuk, seberat badan gue kini. Terakhir gue nimbang sih 72-an kilogram dan itu sekitar 3 bulan yang lalu, gue berasa kaya ibu-ibu hamil nih. Oh tidaaaaaaak. Eh kok jadi bahas berat badan gue yah, kembali ke topik yuk. Kali ini gue mau membahas tentang Poligami bukan sodaranya Bob Tutupoli maupun Poliklinik loh, yang selalu menjadi pertentangan diantara lelaki dan wanita, itu juga sepengetahuan gue sih karena gue nggak pernah dengar ada pertentangan tentang poligami antara lelaki dan lelaki. Kalian belum pernah denger juga kan? atau ngalamin ?.

Pada tau arti dari Poligami nggak? kalo nggak tau, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang #kemudianterdengarlaguEbietGeAde. Poligami menurut wikipedia (yang sengaja gue baca dan gue kopipaste kesini) adalah sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan. Dalam antropologi sosial, poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu suami atau istri (sesuai dengan jenis kelamin orang bersangkutan). Hal ini berlawanan dengan praktik monogami yang hanya memiliki satu suami atau istri. Wuih berat banget pembahasan kali ini yah, “oh otak sabarlah dirimu” #habisiniharusservisotak.

Oh iya, Poligami dibagi dalam tiga bentuk loh, yaitu:

1. Poligini (ga ada poligitu yah) merupakan sistem perkawinan yang membolehkan seorang pria memiliki beberapa wanita sebagai istrinya dalam waktu yang bersamaan.
2. Poliandri (namanya andri tapi buat cewek yah) adalah sistem perkawinan yang membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan.
3. Pernikahan kelompok (bahasa jawa nya: group marriage) yaitu kombinasi poligini dan poliandri mungkin termasuk poli pantai dan poli-poli yang ada dirumah sakit *ngawur*.

Nah kalo Poligami (Poligini) dalam pandangan Islam merupakan praktik yang diperbolehkan (mubah, tidak larang namun tidak dianjurkan). Islam memperbolehkan seorang pria beristri hingga empat orang dengan syarat dan ketentuan berlaku sang suami harus dapat berbuat adil terhadap seluruh istrinya (Surat an-Nisa ayat 3 4:3). Islam mengharamkan untuk Poliandri karena Hikmah utama dalam hal ini adalah untuk menjaga kemurnian keturunan dan kepastian hukum seorang anak. Anak yang sejak berada dalam kandungan telah memiliki hak, harus mendapat perlindungan dan kepastian hukum.

Rata-rata wanita menolak bentuk Poligami (Poligini), iya-iyalah siapa sih yang hendak dimadu, gue juga gak sudi dimadu, kalo dikasih madu sih mau #Eh. Nah ada cerita nih tentang bentuk penolakan seorang istri akan sebuah permintaan Poligini yang semanis madu dari seorang suami kepadanya. Yuk mari dibaca ceritanya, cekidoooot :

Suatu ketika di sebuah jalan, nampaklah seorang Ayah dan anak lelakinya. Rupanya mereka baru selesai menjalankan sholat jumat dan hendak pulang ke rumah. Tiba-tiba sebuah percakapan terjadi diantara mereka :

Ayah : “Nak, tadi dengerin khotbahnya ngga?”
Anak : “Dengerin donk Yah…”

Ayah : “Sekarang Ayah tes yah, sebagai seorang anak kamu harus berbakti kepada siapa?”
Anak : “Ibu…”

Ayah : “Kemudian siapa lagi?”
Anak : “Ibu…”

Ayah : “Oke, selanjutnya siapa?”
Anak : “Ibu…”

Ayah : “Bagus, abis itu siapa?”
Anak : “Ayah….”

Ayah : “Pinter, jadi Ibunya ada berapa tadi Nak?”
Anak : “Ada tiga Yah”

Ayah : “Ayahnya berapa?”
Anak : “Satu…”

Ayah : “Sekarang Ibu kamu ada berapa Nak?”
Anak : “Satu…”

Ayah : “Jadi kurang berapa?”
Anak : “Dua…” *sambil ngikutin gaya ayu ting-ting*

Ayah : “Sip, nanti pas nyampe rumah bilang sama Ibu ya.”
Anak : “Oke Yah”

Sesampenya di rumah, sang anak tersebut menghampiri ibunya yang sedang memasak di dapur.Kemudian dia berkata kepada ibunya :

Anak : “Ibu, tadi kata Ayah, seharusnya aku tambah dua orang ibu. Karena sekarang baru ada satu, jadi masih kurang dua bu”.
Ibu : “Nak, kamu tau ini sayur apa?” *sambil menunjuk sebuah terong*

Anak : “Terong bu”.
Ibu : “Bagaimana caranya agar satu terong ini bisa dinikmati oleh tiga orang?”

Anak : “Ya dipotong jadi tiga dong bu”.
Ibu : “Ih kamu emang anak pintar. Nanti kamu bilang Ayah begitu ya…”

Penasaran ngga sama kelanjutan terong si suami, eh maksudnya kelanjutan nasib si Ayah ketika mendapat jawaban tersebut. Sama gue juga. Yang gue coba tangkep dari cerita tadi sih, intinya poligini lah kalo anda punya kebun terong #Eh. Jadi si anak bisa anda suruh jawab gini ketika ibunya nanya seperti diatas (versi absurd gue yah) :

Ibu : “Bagaimana caranya agar satu terong ini bisa dinikmati oleh tiga orang?”
Anak : “Kok cuma satu terong bu? , kata ayah, ayah punya kebun terong loh bu”.
Ibu : *nyari kebun terongnya suami, kemudian dibakar sama terongnya suami, TAMAT*

Gimana? Gimana?, happy ending kan? hehe. Nah pas gue nyari bahan-bahan buat bikin posting ini nemu juga seonggok puisi antara pasangan suami istri tentang poligini yang diharapkan oleh sang suami, cekidooot :

Puisi Suami  :

Istriku…
Jika engkau bumi, akulah matahari dan aku menyinari kamu.
Kamu mengharapkan aku. Ingatlah bahtera yang kita kayuh, begitu penuh riak gelombang serta ujian.
Aku akan tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau.
Lantas aku ingat satu hal, bahwa Tuhan menciptakan bukan hanya bumi.
Ada planet lain yang juga mengharap aku sinari.
Jadi, relakanlah aku untuk menyinari planet lain,
Menebar sinarku, menympaikan faedah adanya aku,
Karena sudah kodrati. Dan Tuhan pun tak marah…

Kemudian dibales oleh sang istri :

Puisi Istri :

Suamiku…
Bila memang kau mentari, sang surya penebar cahaya,
aku rela kau berikan sinarmu, kepada segala planet yang pernah Tuhan ciptakan.
Karna mereka juga seperti aku, butuh penyinaran
Dan aku pun juga tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu.

AKAN TETAPI…..

Bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt, jangan mimpi menyinari planet Lain!!!
Karena kamar kita yang kecil pun, belum sanggup kau terangi.
Bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita.
Di tengah remang-remang pencahayaanmu yang telah aku mengerti untuk tetap menguak mata.
Coba lihat siapa dirimu…. MENTARI ataukah hanya sebuah LILIN?????

Puisinya bagus yah? Sesuatu yang gue tangkep lagi, hap, kalo anda mau poligami jangan cari pasangan yang jago Sastra deh ntar pas minta ijin pasti anda kalah *nah loh*. Oke, mungkin cukup sekian pembahasan gua akan Poligami. Sebelum ditutup dengan doa kiranya gue akan membuat kesimpulan yah, biar gue kesannya walaupun jelek tapi agak pinter.

Poligami adalah sebuah sistem sosial yang berbeda-beda interpretasi dan implementasinya antara beberapa masyarakat. Dinamika Pro kontra Poligami ini akan selalu berjalan seiring dengan perkembangan sistem sosial masyarakat. Satu pesan untuk kalian dari gue :

Janganlah melakukan Poligami, jika pasangan anda masih dapat memenuhi kebutuhan baik anda secara lahir dan bathin”.

Eh gue lupa nih, gue adalah orang yang menolak Poligami (termasuk Poligini) . Postingan diatas gue buat dengan bersifat netral loh, jadi ga ada hubungannya dengan penolakan gue ini. Eh kenapa gue menolak Poligami? karena cari calon istri aja gue belom dapet apalagi nyari istri yang lain #Ehngawur. Gue  sangat menolak Poligini karena gue ga mau keluarga atau orang-orang yang gue sayangi mengalaminya. Poligini sama loh rasanya seperti diselingkuhin, ga enak. Emang kalo cinta kalian dibagi dua itu enak?, teriak dong jawabnya. Eh pas gue tanya malah jawabnya “teriak” #absurdabis.

Makasih udah mau baca blog ini, kalian luar biasa *sambil ngibas-ngibasin rambut Andhika blueben*

 

 

Link terkait :

Baca juga yah :

35 comments on “Poligami, Terong Dan Sebuah Lilin

  1. Hahaha.. analogi terongnya boleh juga. 😀

  2. hahahaha..siang2 bikin ngakak.. 😆

    tapi syukurlah ya, biar absurd gitu akhirnya agak waras juga.. #eh

    siipp..lanjutkeun.. 😀

  3. Ahahahah
    “Ya dipotong jadi tiga dong bu” :v

    Btw, salam kenal yoo

  4. ketika dialog di atas dipublikasikan di forum diskusi masjid kantor… ada yg protes. sebabnya memplesetkan makna dari hadits yang sebenarnya.

    kalau saya mengibaratkan poligami itu ya… seperti teko dan cangkir

    http://jampang.wordpress.com/2013/08/24/lelaki-dan-teko/

  5. agak koplak sih tapi bagus 🙂

  6. saya bukan orang yang menolak poligami, tapi memang rasanya tak bisa berbuat adil jadi satu saja lah… penolakan pada poligami sepertinya terlalu ekstrim kali ya 🙂 #justpendapat

  7. Wah nih enteng banget penjelasannya.. Sampe ngakak2 hAha

  8. hidup poligami heuheu..

  9. min, pasang iFrame vivalog dong,

  10. keren Gan….nambahin dikit Ya…..sebenarnya kalau diingat-ingat dalam Islam Tuh yang namanya polygami ampir diharamkan soalna Alloh Swt. sendiri berfirman yang terjemahan bebasnya Laki-laki itu boleh menikahi satu, atau dua atau tiga, atau empat…asal berlaku adil…trus ada keterangan lain dari-Nya :”dan adil itu sudah pasti takkan sanggup melaksanakannya”…tuh kan..heheheh…adil udah pasti ga sanggup…sarat polygami : adil…jangan deh…

  11. anaknya cerdas juga.. lanjutkeun.. 😆

  12. HAHAHHAHAHAHHA NGAKAK

  13. Pembahasan serius eh akhirnya jadi koplak juga hihihi… Tapi bukannya bagus gitu ya, selain dapat isinya dapat ngakaknya juga. Tapi setubuh bro #eh setuju maksudnya.

    Mana ada sih yang sebenernya rela dimadu. Orang lain mungkin ada yang mudah dapat jodoh, orang tertentu khan belum tentu. Harusnya bisa dong ya mensyukuri yang dimiliki. Wong satu aja belum tentu bakal habis kok belum apa-apa mau nambah lagi #eh

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: