6 Komentar

Jangan Sok Tahu

rokok

Seseorang diberitahu oleh seorang kawan yang jujur (seorang wakil kepala sekolah), bahwa dirinya pernah masuk ke sebuah masjid di Riyadh. Ketika sedang melaksanakan shalat Tahiyatul masjid, dia terganggu dengan bau rokok yang sangat menyengat hingga membuyarkan kekhusyu’annya. Selesai salam, dia menoleh dan menemukan seorang pria mesir yang bibirnya menghitam karena rokok. Dia berkata dalam hati bahwa saya akan menunggu sampai shalat jama’ah selesai lalu saya akan berbicara dan menasehatinya. Namun, dia dikejutkan oleh seorang bocah kecil yang usianya tidak lebih 9 tahun. Bocah itu masuk ke mesjid dan duduk disamping pria tersebut. Kemudian terjadilah dialog diantara mereka sebagai berikut:

Bocah : “Assalamu’alaikum, Paman! Anda dari Mesir?”
Pria : “Ya, aku dari Mesir.”
Bocah : “Anda tahu Syaikh Abdul Hamid Kasyk?”
Pria : “Ya, aku tahu.”
Bocah : “Syaikh Muhammad Al-Ghazali?”
Pria : “Ya, aku tahu.”
Bocah : “Anda pernah mendengarkan kaset-kaset ceramah dan fatwa mereka?”
Pria : “Ya, pernah.”
Bocah : “Baik. Para ulama dan para Syaikh itu semuanya menyatakan bahwa rokok itu haram. Mengapa Anda merokok?”
Pria  : “Tidak. Rokok tidak haram.” (mulai gelagapan)
Bocah : “Ya, haram. Bukankah Allah berfirman, “dan Dia mengharamkan hal-hal yang kotor bagi mereka.” (QS.Al-A’raf:157)” Jika mau merokok, apakah anda membaca bismillah? Dan jika selesai, apakah anda membaca Alhamdulillah?”
Pria : “Tidak. Tapi, aku tidak menemukan ayat-ayat yang berbunyi, “Dan Dia mengharamkan rokok bagi kamu.” (dengan congkak)
Bocah : “Paman! Rokok itu haram. Sama seperti apel yang juga haram.”
Pria  : “Apel haram? Atas dasar apa kamu menghalalkan dan mengharamkan sesuatu?” (sambil marah)
Bocah : “Tolong tunjukkan pada saya ayat-ayat yang berbunyi: “Dan Dia menghalalkan apel bagi mereka.”

Pria itu benar-benar gelagapan, bungkam dan tidak bisa berkata-kata, lalu tangisnya meledak. Saat shalat dilaksakan, pria itu masih menangis. Dan setelah selesai shalat pria itu menoleh kerah bocah tersebut dan berkata, “Dengar, nak! Aku bersumpah demi Allah Yang Maha Agung, aku tidak akan merorok lagi selama hidupku.”

Link terkait :

6 comments on “Jangan Sok Tahu

  1. Waah logika bagus, ngena nih, keren (y)

  2. belajar dan teguran tidak selalu dari orang yg lebih tua atau dewasa dari kita ya,, luar biasan bocah itu 🙂

  3. pesan yang disampaikan ngena 🙂

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: