13 Komentar

Menangis Saat Dikafani

nangis

Malam itu di kediaman keluarga pak Mahandrian terjadi keribut besar. Pak mahandrian dan Istrinya sedang bertengkar karna masalah kehidupannya yang serba pas-pasan.

”Aku Sudah Muak Hidup Seperti Ini..!!! Pokoknya Aku Mau Pergi Dari Rumah Ini.. Titik…!!!!” bentak …Istri pak mahandrian dengan suara lantang.

Pak mahandrian hanya tertunduk tidak bisa menjawab. Hatinya berkecamuk antara takut dan marah pada Istrinya. Melihat reaksi dari sikap sang suami, si Istri pun tambah muak dan mengemasi barang-barangnya lalu pergi meninggalkan rumah itu.

Pak mahandrian masih tetap diam memendam perasaannya. Sedangkan Istrinya sudah pergi menuju kota demi hidup yang layak.

Pak mahandrian adalah seorang buruh tani biasa. Hidupnya tidaklah berkekurangan walau pun tinggal di rumah yang terbuat dari kayu. Walau pun hidup di desa, tapi semua kebutuhan keluarganya mampu di cukupi.
Pasangan suami istri ini telah di karuniai seorang anak laki-laki bernama Oman. Usianya masih 5 tahun. Kini Pak mahandrian dan Anaknya Oman tinggal di rumah berdua tanpa adanya bantuan dari Istri pak mahandrian. Sedangkan sang Istri pergi begitu saja tanpa adanya izin dari seorang suami demi mendapatkan kehidupan yang berlebih di ibu kota jakarta akibat tergiur oleh temannya yang sudah sukses di ibu kota.

3 tahun kemudian.
Sang istri pun sukses dengan harta berlimpah dari hasil kerjanya menjadi seorang model majalah. Kehidupannya berubah drastis dari hidup sederhana menjadi orang yang cukup terkenal dan tinggal di sebuah rumah mewah di lengkapi dengan mobil pribadi dan juga perabotan yang serba mewah.

Suatu hari pak mahandrian datang dengan anaknya ke rumah Istrinya. Tak di sangka, istrinya bisa sesukses ini di ibu kota. Sang anak pun tampak sangat gembira penuh ke banggaan setelah melihat rumah ibunya. Mereka berdua sudah tidak sabar ingin melihat si istri saat ini yang sudah sangat kaya raya.

”Tok.. Tok.. Tok..!!! Assallammualaikum..!!!” sahut pak mahandrian sambil mengetuk pintu rumah istrinya.

Tak lama kemudian sang Istri keluar membukakan pintu rumahnya.

”Siapa Kalian…!!! Mau Apa Kalian Kesini..!!! Tidak Sopan..!!! Gembel Kayak Kalian Bisa Mengotori Halaman Rumahku..!!Pergi Sanah…!!!” bentak sang istri sambil mengusir pak mahandrian dan Anaknya.

”astagfirulloh..!!! Segitu lupakah kamu dengan kami…? Aku ini suamimu mahandrian dan anakmu Oman…!!!” jawab pak mahandrian dengan wajah sedih.

”Hmmm… Siapa ya..? Maaf.. aku tidak kenal kalian.. Mungkin kalian salah orang..! Lebih baik kalian pergi saja..!! Aku lagi sibuk..!!” sahut si Istri sambil menutup pintu.

DEEG..!!!

Bagaikan terpukul Godam seberat 50 kilo. Pak mahandrian tak percaya ketika Istrinya tidak mengakui dirinya sebagai suaminya lagi. Dan saat itu anaknya Oman hanya bisa menangis memanggil-manggil ibunya dari luar rumah. Lalu pak mahandrian menarik tangan anaknya untuk pergi meninggalkan rumah itu.

Sang Istri mengamati ke pergian suami dan anaknya dari balik jendela rumahnya dan menarik nafas lega setelah anak dan suaminya sudah pergi. Takut kalau mereka datang lagi, lalu sang istri pun buru-buru pergi ke garasi mobil dan meninggalkan rumahnya menuju lokasi pemotretan.

Di perjalanan.Sang istri mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Antara rasa malu dan kesal, sang Istri pun tidak konsentrasi membawa mobil. Sehingga dia hampir menabrak sebuah truk di depannya dan membanting setir ke pinggir jalan. Namun karna panik, sang istri tidak melihat ada 2 orang di pinggir jalan sedang berjalan dan akhirnya tabrakan pun terjadi. Sang Istri buru-buru keluar dari mobilnya untuk memastikan orang yang di tabraknya. Dan di pinggir jalan sudah tergeletak seorang lelaki dengan bocah dalam kondisi telah bersimbah darah. Dan alangkah kagetnya si Istri setelah sadar orang yang di tabraknya itu adalah suami dan anaknya sendiri. Sang anak kini tengah menggelepar di pinggir jalan menghadapi sakratul maut. Begitu pula sang suami.

Keduanya pun di larikan kerumah sakit. Namun nyawa anak dan ayah itu tidak bisa di selamatkan karena di perjalanan menuju rumah sakit, mereka sudah meninggal dunia. Akhirnya kedua jenazah itu pun di autopsi. Setelah itu, kedua jenazah di kirim kerumah duka sesuai alamat yang tertera di KTP milik pak Eman. Sang istri pun di minta untuk pergi mengantarkan kedua jenazah itu kerumah duka untuk menyelesaikan masalah ini dengan keluarga si korban.

Sesampainya di rumah duka.
Kedua jenazah pun di mandikan. Pihak kepolisian kebingungan karna tidak ada keluarga si korban di rumah duka. Di saat ke bingungan, pihak polisi bertanya pada sang Istri, apakah dia mengenali korban atau tidak. Tapi sang istri menjawab dengan kata TIDAK.

Saat itulah sebuah kejadian aneh terjadi. jenazah sang anak langsung mengeluarkan air mata dan tidak berhenti-henti. Para pelayat yang memandikan jenazah sang anak itu pun kaget dan berusaha berulang kali mengusap air mata sang anak yang masih saja terus mengalir. Hingga akhirnya proses memandikan jenazah selesai. Jenazah sang anak masih saja mengeluarkan air mata. Kini kedua jenazah pun siap untuk di kafani. Pihak polisi pun mencoba menanyakan pada beberapa warga. Siapa keluarga dari korban ini. Lalu salah satu warga menjawab.

”ibu itu.. Dia adalah keluarga dari korban ini..! Dia adalah suami dan ibu dari kedua korban ini..!! Jawab salah satu warga.

Sang istri langsung berkelit.

”Sumpah..!!! Saya Tidak Kenal Dengan Mereka Berdua..!! Sumpah…!!!”

Kembali para pelayat di kejutkan dari jenazah sang anak yang semakin mengeluarkan air mata yang banyak. Seorang ustadz pun menghampiri jenazah sang anak itu lalu menyeka air matanya dengan tangannya. Tapi air mata sang anak masih saja terus mengalir dan pak ustadz itu pun kembali menyeka air mata jenazah itu dengan tangannya.

Tiba-Tiba Jenazah pak mahandrian bangun…!!!

Para pelayat menjadi hysteris sambil kocar-kacir melihat jenazah pak mahandrian bangun tiba-tiba menghadap ke arah pak Ustadz sambil berkata.

“’Stop..!! Mata Merah Karna Iritasi Jangan Di Kucek…!!! Pake Insto…!!! Mata Kembali Segar.. Tanpa Iritasi…!!!’ ‘Ujar pak mahandrian sambil memegang satu botol INSTO kemasan kecil.

Serius amat bro 😀 wkwkwkw

13 comments on “Menangis Saat Dikafani

  1. haha… seru, tulisannya berkarakter

  2. whuaaaaaa….. *lempar-lempar sepatu karena keseeeeel……
    ASEM!

  3. Jangan2 yg jd anak kecil nya itu, kamu dulu pas wktu kecil ya, jd skrg sudah beranjak dewasa?? WoW
    Wkwkwkwkwk :p

  4. siall kurang ajar bener emang!!! uda tersentuh loh ini -_-

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: