Tinggalkan komentar

My Fiction Story (Part 1)

image

Aku ga sombong, tapi keadaan merubah ku begini.

Cerita bermulai ketika ku bertemu dengan nya.
Dia adalah seorang gadis desa.
Tepatnya Desa Sukamantri.
Dengan rambut panjang yang terurai indah.

aku terpanah melihat nya, mungkin ini cinta, terucap dalam hati.

Dia melihatku, aku memalingkan muka, aku malu.
Dia mulai mendekat, aku bingung.
Jari nya, aku melihat nya jari nya mendekat, dia menjulurkan tangannya padaku.

“Karin”, kata pertama yang ku dengar dari nya.
aku terpaku, aku gagap.

Hati ku, kenapa dengan hatiku.

“Hei, kamu kenapa”, aku mendengar nya lagi berbicara, pada diriku , iya padaku.

“Iya…” hanya itu yang terucap dari bibirku.

“Kenalin namaku karin, kamu siapa?, aku baru lihat kamu disekitar sini”.
oh dia bertanya padaku.

“A..a..ku”, kenapa dengan aku ini, susah sekali kata keluar dari diriku.

Dia melihatku dengan senyuman, oh Tuhan.

“Nama ku yan, iya aku baru disini” dengan terbata-bata akhirnya kujawab tanya nya.

Mata nya, indah sekali mata nya, dia menatapku, mata kita bertemu.
Obrolan kecil terjadi diantara kita, tapi sangat besar artinya bagi ku.

Kata-kata yang diucapkannya masuk ke telinga ku, bergerilya diotakku, mendekam dihatiku.

Ingin rasanya berlama-lama dengan dia.
Tapi ada daya, dia meminta ijin padaku untuk pergi karena ada suatu urusan.

Aku ingin dia, ingin dia tetap disini, jangan pergi dari ku.
Dia pergi, dia pergi dari sini, dengan senyum dia pamit padaku.

Aku pandang jejak langkah nya, aku simpan senyuman itu.

Dirumah,
aku tak bisa berhenti memikirkannya.
Dia selalu menghiasi pikiranku,

Emaaaak aku jatuh cinta.

Besoknya, aku keluar rumah,
berniat mencari orang yang mencuri sesuatu dariku.

Aku cari dia, dia yang mencuri nya dari ku, cinta ku.

Dia dimana?, Tinggal dimana ?, Rumahnya yang mana?, aku tak tau.

Setiap orang yang kutemui selalu ku tanya apakah mereka mengenal dia, tapi tidak Seorangpun dari mereka yang kenal.

Ohhh, dimana kah dirimu?.

Aku mengitari desa, melewati jalan setapak tempat kemarin kita bertemu.
Ingin mengulang itu lagi.

“Yan”… aku mendengar nama ku dipanggil.
Suara yang kemarin kudengar, suara yang mendekam dihati.

Aku menoleh menuju sumber suara itu, suara orang yang dari tadi kucari.
Senyuman, itu yang kulihat pertama kali.

“Hei” ucapnya sambil tersenyum, ukh manis.

Aku bertemu dengannya lagi, aku melihat mata indahnya lagi.

Aku gugup, aku tak seimbang, aku melayang.

Obrolan kecil lagi, senyum itu lagi, oh sungguh.

Aku ingin menghentikan waktu, duduk diam bersama nya, terus bersama senyuman itu.

Tempat ini, desa ini, tempatku terdampar, tempatku menemukan cinta.

Dia bertanya tentangku, aku menjawab, dia tersenyum lagi.

Kenapa kita bertemu, bertemu di simpang rasa.
Rasa ini, rasa dalam hati, rasa yang tak mau pergi.

Satu, tiga, lima, sepuluh menit kita berbicara.
Sepuluh menit yang berharga, penuh senyuman, penuh rasa.

Sudah ku dapat alamatnya, dapat nomor nya, dan berharap cinta nya.

Langit cerah, matahari tertawa, siang begitu indah.

Ini adalah kisah klasik, klasik sekali, dan aku rindu.

Nb :
Ini adalah cerita fiksi,
Di post pertama kali tanggal 11 Mei 2013,
cerita original dari akun twitter @kaprilyanto ,
cek fav…
Thanks for read it,

Komentar kamu kami tunggu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: